Tidur Aman dan Nyaman dengan Serumah by Santo Ahmad
•Team Serumah
Artikel ini dapat dibaca di blog: Silakan blogwalking kesana) Aku pernah mengalami kejadian yang seru dan sedikit mengapokkan, bermula saat aku dan temanku si Indra yang berencana nonton band rock di alun-alun Karanganyar, kami berangkat dari rumah menuju karanganyar mengendarai motor.
Rute yang kami tempuh cukup jauh dengan perjalanan sekitar 2 jam, melewati jalanan hutan yang cukup panjang.
Setelah sampai di alun-alun Karanganyar kami menikmati musik rock sampai keringetan dan kecapekan, kamu tahu sendiri kayak apa kalo orang-orang sedang nonton musik rock, jingkrak-jingkrak kayak orang kesurupan. ~~~~~ Setelah menyanyikan beberapa lagu, band tersebut menyudahi konsernya yang berlangsung di tahun 2014, waktu menunjukan jam 22.00 WIB, kami berniat untuk tidak pulang dan akan menginap di Solo. Tapi dasarnya kami kurang persiapan, kami belum tahu nanti akan menginap di mana, dengan cepat si Indra mengambil hape yang ada di saku celana jeansnya dan menghubungi beberapa teman yang ngekos di Solo, tapi nasib baik sedang menjauhi kami, tak ada satupun teman yang masih ada di Solo. Karena sedang pulang kampung. Tapi sebagai pemuda yang punya akal kami memutuskan untuk mencari Masjid dan SPBU di sekitar Solo, akhirnya kami menemukan mushola yang ada di SPBU, tapi sialnya ada tulisan bahwa tidak boleh tidur di mushola, dan kami pun tak tau harus tidur di mana lagi. Banyak SPBU yang sudah tutup. Ada beberapa masjid juga yang kami temui dan gerbangnya dikunci. Sampai kami masuk ke gang-gang perumahan, tapi hasilnya nol. Daripada pusing mikirin tempat untuk tidur kami mencari warung nasi kucing untuk istirahat dengan memesan minuman hangat dan beberapa gorengan, ketika sedang menyeruput wedang jahe tiba-tiba ada ide yang muncul di otakku ini. Mau tahu apa idenya? Aku meminta izin kepada bapak yang punya warung untuk menumpang tidur di dekat warungnya yang berada di emperan sebuah Bank yang sedang direnovasi, jadi pagarnya gak dikunci. Kebetulan warungnya buka sampai pagi. Kami dipinjami sebuah tikar oleh bapak pemilik warung, akhirnya kami bisa tiduran juga, tapi aku dan Indra berbagi tugas mengawasi motor dengan cara tidur gantian. Terimakasih buat bapak pemilik warung yang sudah meminjami kami tikar. ~~~~~ Kenapa dulu belum ada layanan serumah ya? Kalo ada kan aku dan Indra gak harus tidur ndekikel beralaskan tikar dan beratapkan plafon. Hehe
![]() |
| Tampilan dari Serumah. |
Apa itu Serumah.com?
Serumah.com adalah sebuah platform yang menghubungkan pengguna untuk mendapatkan roomate dan berbagi sewa kamar. Jadi jika kamu sewa satu kamar kos dan kebetulan kamarnya agak luas. Kamu bisa mengajak teman untuk berbagi kamar sewa (sharing room rent) dengan biaya ditanggung bersama. Dengan tagline "Temukan Teman Sekamarmu" serumah senantiasa melayani orang-orang yang ingin berbagi kamar dengan pilihan yang sesuai kriteria. Target utama serumah.com untuk mereka yang sedang menyewa kamar dan ingin mencari roommate, jadi gak akan kesepian saat sedang menyewa tempat tinggal. Wah mantab kan. Bisa ngirit uang jajan buat beli kuota internet, gak harus numpang hospot temen. Serumah.com berdiri awal tahun 2016 dan salah satu co-founder adalah Soraya Feruzia yang bekerjasama dengan teman-temannya. Awalnya serumah menyediakan layanannya di wilayah Jakarta, dan semakin lama sudah menjangkau kota-kota lain. Ini contohnya di Semarang juga sudah ada yang menggunakan jasa Serumah, dengan menjadi penyedia kamar. Lihat gambar di bawah ini.![]() |
| Contoh kamar yang disewakan |

