sewa bareng

Berbagi tempat tinggal merupakan tren terbaru di Jakarta. Biaya hidup yang semakin tinggi, serta ketakutan tinggal sendiri di kota besar menjadi pemicu berkembangnya tren ini. Karena itu, banyak ekspat maupun WNI yang kemudian memilih untuk berbagi tempat tinggal ketika mereka memutuskan untuk tinggal di Jakarta.

Sebagai Ibukota Indonesia, tidak heran jika Jakarta memiliki daya tarik tersendiri yang memikat bagi orang asing maupun WNI dari luar daerah. Jakarta berperan penting dalam pertumbuhan perekonomian negara serta telah menjadi wadah bertemunya berbagai perusahaan internasional. Itulah mengapa, sangat mudah untuk menemukan ekspat atau para pekerja asing. Selain itu, munculnya banyak kantor pusat perusahaan internasional berkualitas mengakibatkan tersedianya lowongan pekerjaan yang memancing keinginan para pendatang dari daerah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di ibukota. Inilah alasan utama mereka datang secara berbondong-bondong di satu waktu, terutama setelah Lebaran atau Idul Fitri. Tidak heran, tren berbagi tempat tinggal seperti apartemen, mulai berkembang pesat.

Bagi ekspat atau WNI, berbagi tempat tinggal merupakan keputusan yang bijak agar dapat bertahan hidup di Jakarta. Karena selain dapat mengurangi beban biaya hidup, ini juga merupakan cara untuk mendapatkan teman baru. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan para ekspat maupun WNI sebelum memutuskan untuk berbagi tempat tinggal.

1. Temukan tempat terbaik

Ada banyak apartemen yang disewakan di Jakarta. Dari daerah Utara hingga Selatan Jakarta, kamu akan dimanjakan dengan berbagai pilihan. Meski begitu, mencari apartemen yang terbaik di Jakarta serta sesuai dengan ekspektasi merupakan tantangan tersendiri. Berikut beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan sebelum akhirnya memilih apartemen sebagai tempat tinggal.
Lokasi berpengaruh
Sebagian besar orang, terutama kaum profesional muda dan kalangan ekspat, lebih memilih apartemen yang dekat dengan kantor mereka. Seperti yang kita semua tahu, kemacetan Jakarta sudah menjadi hal utama yang paling dihindari. Isu lalu lintas ini sepertinya sudah semakin parah dan salah satu solusi agar tidak terlambat sampai di kantor adalah berangkat jauh lebih awal. Solusi lainnya adalah memilih tempat tinggal yang dekat dengan kantor. Dengan begitu, kita bisa menghemat waktu dan biaya, terutama jika jarak tempuh masih memungkinkan untuk berjalan kaki.
Soal standar
Ketika sudah memiliki beberapa pilihan apartemen, cari waktu khusus untuk melakukan survei. Pastikan spesifikasi apartemen tersebut sudah sesuai dengan apa yang dicari. Perhatikan ukuran, ruang, perabotan, keamanan, serta kebersihan tempat. Sedikit tips untuk ekspat mengenai Adzan (panggilan beribadah bagi umat Muslim); apartemen yang tidak menghadap langsung ke mesjid mungkin bisa menjadi pilihan karena Adzan bisa terdengar sangat keras di pagi hari. Lalu, untuk para pecinta kebersihan, sebaiknya jangan pilih apartemen yang menghadap langsung ke jalan raya, karena debunya sudah pasti menumpuk.
Jangan lupakan problem tahunan, banjir!
Banjir merupakan salah satu masalah sosial lainnya di Jakarta, selain polusi dan kemacetan. Saat musim hujan, banyak daerah di Jakarta yang akan mengalami banjir. Selama adanya genangan air dimana-mana, lalu lintas pun akan semakin padat dan macet.

2. Berhubungan dengan pemilik properti

Kebanyakan properti di Jakarta dimiliki oleh warga lokal. Tetapi, karena masih adanya beberapa ketidakjelasan pada peraturan terkait kepemilikan properti, tidak heran jika ada beberapa bangunan yang dimiliki oleh orang asing. Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo telah menyetujui peraturan yang mengizinkan WNA untuk membeli dan memiliki bangunan seperti apartemen mewah di Jakarta. Karena itu, di kemudian hari jumlah WNA yang memiliki properti untuk disewakan pun akan semakin banyak. Berbicara soal pemilik properti, kalangan ekspat mungkin akan sedikit kesulitan ketika berhubungan dengan para pemilik properti. Berikut beberapa alasannya:
-Sudah menjadi ciri khas orang Indonesia untuk menagih biaya sewa lebih tinggi kepada ekspat. Perhitungan ini umumnya berdasarkan spekulasi bahwa penghasilan ekspat lebih tinggi, mungkin dua hingga tiga kali lipat, dari pekerja lokal di Jakarta.
-Beberapa pemilik properti mungkin memberikan kontrak yang isinya cukup menyulitkan bagi orang asing. Contohnya, adanya peraturan untuk membayar biaya sewa selama 1-2 tahun di muka, atau adanya biaya tambahan yang harus dibayar, dan sebagainya.
-Ada semacam pola pikir yang sudah tertanam di pikiran para warga lokal, yaitu orang asing sudah pasti memiliki harta lebih dari warga lokal. Karena itu, sah-sah saja jika ingin menaikkan harga lebih tinggi dari yang seharusnya.
Memang, tidak semua warga lokal berpikiran serupa, atau memiliki stereotip tertentu terhadap orang asing. Masih ada banyak pemilik properti lokal yang menyenangkan dan memiliki berbagai peraturan yang pantas atau masuk akal pada properti yang ia sewakan. Karena itu, sebaiknya pahami dan ketahui betul para pemilik properti yang akan kita sewa. Salah satu cara terbaik adalah mendapatkan referensi dari teman yang terpercaya, sehingga tidak perlu membuang waktu terlalu banyak mencari tempat serta pemilik yang tepat. Bagi WNI, tidak akan terlalu sulit berhubungan dengan pemilik properti. Namun, sebaiknya tetap lakukan berbagai survei untuk memastikan harga yang diberikan sesuai dengan properti yang ditawarkan.

3. Harga sewa berpengaruh

Harga sewa apartemen di Jakarta bervariasi, tergantung pilihan; apartemen dengan harga terjangkau, atau apartemen mewah yang berperabotan lengkap. Tentukan anggaran atau budget terlebih dahulu, lalu gunakan sebagai limit untuk menyortir beberapa opsi apartemen yang sesuai dengan rentang harga tersebut. Menurut Colliers International Indonesia, berikut adalah beberapa area tempat tinggal populer untuk para ekspat yang tinggal di Jakarta. Lengkap dengan biaya sewa per tahun untuk tempat dengan 2-3 kamar tidur.
-Sudirman $ 2,200 – $ 6,800
-Menteng $ 3,000 – $ 5,000
-Kuningan $ 2,500 – $ 5,000
-Pondok Indah $ 2,000 – $ 5,000
-Kebayoran Baru $ 1,750 – $ 6,000
-Permata Hijau, Simprug $ 2,700 – $ 4,000
-Kemang $ 1,500 – $ 2,000
-Cilandak $ 1,500 – $ 1,900
-Cipete $ 3,500 – $ 5,000
-Pejaten $ 3,500 – $ 7,000

Jangan lupa, pemilik properti kemungkinan akan meminta biaya sewa 1-2 tahun untuk dibayar di muka. Tetapi, jika hanya akan tinggal untuk beberapa waktu, coba bicarakan dan bernegosiasi dengan pemilik properti mengenai biaya sewa. Meskipun bukan merupakan harga yang pasti, namun harga yang tercantum di atas bisa digunakan sebagai tolak ukur.

4. Preferensi

Jika efisiensi lokasi bukan dianggap hal utama ketika memilih tempat tinggal, beberapa area di Jakarta berikut ini bisa menjadi pilihan, terutama bagi para ekspat yang ingin merasakan suasana asli Jakarta serta bersosialisasi dengan orang-orang lokal.

Menteng
Berlokasi di tengah kota Jakarta, Menteng merupakan area yang tepat untuk mereka yang bekerja di bisnis internasional atau industri nasional. Mudah untuk melakukan perjalanan ke berbagai tempat atau area perkantoran dari daerah Menteng, karena banyak tersedia transportasi publik seperti bus Transjakarta, taksi, atau kereta. Ada banyak apartemen yang tersedia di daerah Menteng, tetapi harga sewanya umumnya tidak murah. Karena Menteng terletak di bagian tengah kota, mudah untuk mengakses dan menikmati suasana modern serta fasilitas kota yang tersedia.
Kemang
Ini adalah wilayah tempat tinggal paling populer bagi kaum ekspat dan profesional muda di Jakarta. Terletak di bagian selatan Jakarta, Kemang memiliki berbagai pilihan tempat hiburan malam yang sesuai dengan kultur warga asing. Selain itu, ada banyak perusahaan internasional maupun nasional yang mendirikan kantor di area ini. Perlu dicatat bahwa Kemang merupakan salah satu wilayah yang rentan terkena banjir di musim hujan.
Kebayoran Baru
Termasuk wilayah yang menyenangkan untuk ditinggali, dengan berbagai pilihan tempat makan serta tempat hiburan. Ada banyak transportasi publik yang juga tersedia di wilayah ini. Namun, kemacetan merupakan salah satu masalah utama yang ada di sini. Persiapkan diri untuk menghadapi kemacetan sehari-hari jika ingin tinggal di Kebayoran Baru.
Kebayoran Lama
Terletak tidak jauh dari Kemang, Kebayoran Lama merupakan opsi yang lebih murah. Ada beberapa area yang bisa menjadi pilihan di Kebayoran Lama, yaitu Cipete/Cilandak, Gandaria, Permata Hijau, dan Pondok Indah. Persiapkan diri untuk sekali lagi menghadapi kemacetan panjang, terutama di jam pulang kantor.
Kelapa Gading
Wilayah utara Jakarta ini umumnya bukan merupakan pilihan tempat tinggal terfavorit bagi kaum ekspat, tetapi di Kelapa Gading tersedia banyak pilihan apartemen dan pusat hiburan. Wilayah ini terletak agak jauh dari pusat kota sehingga umumnya harus berangkat lebih pagi agar tidak terlambat sampai di kantor. Selain itu, wilayah ini juga setiap tahun mengalami banjir.

5. Temukan housemate yang tepat

Dalam berbagi tempat tinggal, kehadiran housemate merupakan aspek yang penting. Kita akan menghabiskan waktu yang banyak di tempat yang sama, karena itu penting untuk menemukan housemate yang tepat. Tidak ada seorangpun yang ingin memiliki momen awkward bersama teman tinggal. Tidak ada juga yang namanya housemate yang sempurna, yang ada hanyalah housemate yang tepat atau yang cocok. Karena itu, bisa dibilang mencari housemate bukanlah hal yang mudah.
housemate mungkin tidak memiliki ekspektasi serupa; budget, lokasi, peraturan, dan preferensi.
housemate mungkin memiliki kebiasaan yang akan mengganggu kenyamanan kita
housemate mungkin tidak memiliki tingkat kebersihan yang sama, dan masih banyak lagi
Meskipun begitu, menemukan housemate yang terbaik bukan hal yang tidak mungkin. Berikut beberapa tips untuk menemukan housemate yang paling cocok.
-Bagi para ekspat, ada beberapa forum ekspat yang bisa digunakan untuk memasang iklan. Buat thread atau pembicaraan baru, mengenai pencarian housemate. Sertakan preferensi secara jelas. Contohnya; dicari housemate umur 19-25, lelaki/perempuan, dicari apartemen di Sudirman, dan sebagainya. Dengan begitu, pengguna forum lainnya yang kemungkinan memiliki preferensi yang sama bisa dengan mudah menjawab iklan tersebut.
-Cara lainnya yaitu mencari thread dengan deskripsi yang sesuai dengan preferensimu. Baca berbagai peraturan mereka, dan jika sudah sesuai, tinggal hubungi pemasang iklan tersebut!
-Bagi para WNI, coba gunakan berbagai forum atau media sosial untuk mencari housemate.
-Setelah menemukan beberapa kandidat, jangan takut untuk memperjelas berbagai ekspektasi dan peraturan (jangan lupa, biaya sewa!). Bahas setiap detail dengan calon housemate sehingga bisa menentukan sesuai atau tidaknya mereka dengan apa yang dibutuhkan.
-Bersikaplah baik dan jujur kepada calon housemate, meskipun statusnya masih merupakan orang yang asing bagimu. Jika mereka merasa diperlakukan dengan baik, maka sudah pasti mereka akan memperlakukanmu dengan baik, dan ini bisa menjadi awal terbentuknya hubungan baik di tempat tinggal bersama nanti.

Berbagai hal yang sudah dipaparkan di atas diharapkan bisa membantumu menemukan apartemen terbaik dengan housemate terbaik. Jakarta merupakan kota yang modern dengan banyak hal menarik untuk dilihat. Coba jelajahi kota ini dan rasakan atmosfir modern yang berpadu juga dengan suasana tradisional dan relijius. Meskipun diwarnai dengan problematika banjir dan kemacetan, Jakarta masih menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali, bagi para warga lokal maupun ekspat. Di Jakarta, tersedia banyak pilihan pusat hiburan, pemandangan kota yang indah, pilihan tempat makan yang tidak ada habisnya, konser-konser menakjubkan, pertunjukan dan festival internasional, dan masih banyak lagi. Ada beberapa poin yang mungkin sudah menjadi pembicaraan para ekspat, seperti harga minuman beralkohol di Jakarta yang cukup mahal, serta beberapa aturan berpakaian yang cukup membatasi, terutama bagi para wanita. Namun terlepas dari semua itu, Jakarta masih memiliki daya tarik tersendiri dan merupakan kota yang penuh warna, dengan banyak pusat perbelanjaan, kafe, restoran, dan bar.


×
CREATE ACCOUNT ALREADY HAVE AN ACCOUNT?
 
×
FORGOT YOUR DETAILS?
×

Go up

X
- Enter Your Location -
- or -