Your search results

Merantaulah dan Menjadi Kerdil by Dimas Geel

Posted by teamserumah on 2016-10-27
| 0

Artikel ini bisa kamu baca langsung di blog Dimas Geel di: http://www.dimasgeel.com/
Jangan lupa blogwalk kesana.

Baru saja kemarin Gue membaca artikel keren di Blog Purwarupa dengan judul “Tentang Cholil dan menjadi kerdil”. Dimana object tulisannya merupakan salah satu idola gue dalam dunia musik. Cholil merupakan vokalis dan juga gitaris dari band Efek Rumah Kaca, sebuah band indie yang sangat canggih baik dari warna musik dan juga liriknya. Di artikel tersebut penulis membagi inspirasi yang ia dapatkan dari seorang Cholil. Ya, nama besar Cholil tidak membuatnya terlena. Salah satu kutipan yang paling keren menurut gue “Menjadi kerdil itu penting, karena dengan merasa kerdil kita akan menjadi manusia seutuhnya”. Ya rencana Cholil dan keluarga untuk tinggal di Amerika Serikat kali kedua dalam rangka pendidikan istrinya disiasati Cholil untuk kembali menjadi kerdil. Karena di periode pertama dalam rangka pendidikan Cholil sendiri, Cholil harus berjuang untuk hidup di Negara besar Amerika Serikat dengan segala keterbatasannya, yang membuatnya memaksimalkan semua usahanya untuk tetap “hidup” di negeri orang.

Source : http://nick.freemagz.com/uploads/gallery/article/5281/freemagz-efek-rumah-kaca-2013-111.jpg

Kenapa gue suka banget? Kebetulan ini kali kedua gue merantau dari Jakarta untuk penempatan kerja. Dimana sebelumnya di Bengkulu selama lebih dari setahun dan sekarang di Air Molek Riau. Air molek? Ya sama awalnya juga gue gak tau, kota yang gak ada di peta (haha). Hal yang mendasar adalah gue gak punya kerabat ataupun saudara yang berada di pulau sumatera. Kalau di kota besar gue masih bisa memanfaatkan benefit gue mengikuti salah satu komunitas.

Dengan minimnya kerabat dan jauhnya gue dari keluarga ataupun teman dekat membuat gue merasa kerdil. Namun dengan menjadi kerdil gue merasa lebih bijak dalam merencanakan sesuatu, dalam membuat keputusan pastinya. Dengan merantaupun kita akan bertambah dewasa untuk berfikir dan bertindak. Dengan merasa berada di “zona tidak aman” kita tentunya akan sangat teliti dalam melangkah, baik dalam urusan materi ataupun lainnya. Kalaupun kalian salah melangkah itu akan menjadi pelajaran yang sangat berharga, kebetulan gue beberapa kali salah melangkah sehingga menimbulkan penyesalan setelahnya.

Source: instagram.com/dimasgeel
 

Air molek sebetulnya bukan nama resmi kota, namun lebih terkenal dengan sebutan air molek. Air molek berada di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Awal dapat info akan ditempatkan di Air Molek, pastinya I did google tapi artikel yang terkait minim. Bahkan saat gue masuk ke google image isinya gambar ruko-ruko terbakar, yang ada dibenak gue “ini kota chaos banget kayaknya” (haha).

Beberapa minggu gue tinggal disini banyak kendala yang Gue temukan, dari segi tempat tinggal, makanan, sampai tempat hiburan. Susah banget nemuin makanan Jawa disini mayoritas minang, untungnya gue bisa masak sedikit-dikit. Nah dengan merantau gue bisa ngemabangin potensi yang gue punya, salah satunya Masak. Jarang ada anak bujang cowok bisa buat tempe oreg! gue bisa dan kata temen gue masuk kategori enak dan layak untuk dijual (haha) dan yang perlu digaris bawahi gue masak pakai rice cooker! Gak pake kompor, canggih gak? Haha. Selain masakan, nyari kost-kostan itu susah banget, kontrakan banyak sih Cuma selain males ngontrak rumah tapi nemu rumah yang dikontrakin itu susah, harus didampingi putra-putri daerah yang emang tau rumah yang buka kost atau dikontrakin. Ya namanya juga kota remote gak bisa berharap banyak.

Ngomong-ngomong soal cari rumah, kebetulan kemarin lagi blog walking dan nemu artikel lustikasari. Ada startup baru karya anak bangsa www.serumah.com, sangat ngebantu banget bagi anak rantau yang sekedar cari info kost-kostan ataupun kontrakan. Setelah gue coba intip ke webnya, ada yang keren dan gue pribadi sih belom nemuin di tempat lain, yaitu cari roommate atau teman sekamar! Butuh banget tuh buat anak rantau yang kesepian ataupun dengan niat mau ekonomis, bisa sharing kamar. Sayangnya web tersebut belum bisa memprovide di kota tempat gue tinggal sekarang. Karena kebetulan masyarakat sini belum secanggih itu untuk infoin kamar atau kontrakannya secara online. Kalau aja ada pasti seru nyari roommate kan? Haha. Bagi kalian yang berada di kota-kota besar bisa dicoba deh tuh www.serumah.com,

Kadang roommate juga membawa dampak besar bagi kita, jangankan roommate tetangga sebelah kontrakan atau kamar aja sangat menentukan. Karena selain teman sekantor pastinya mereka lah orang yang cukup sering kita temuin dan mungkin paling pertama ngebantu saat kesulitan di kost atau kontrakan. Gue sih saran aja, kalau kita ngerantau terutama bagi yang ngerantau karena kerja diusahain jangan cari roommate atau ngekost di lingkungan yang isinya orang kantor juga. Karena ga semua orang bisa mengkondisikan saat berada di kantor dan berada di tempat istirahat (kost atau kontrakan). Okelah untuk yang awal-awal cari gampang boleh cari yang dekat orang atau lingkungan kantor. Tapi kalau sudah agak lama mending cari tempat lain, menurut gue hal ini akan berpengaruh sama kehidupan sosial juga.

Kadang sadar gak sadar kita bakal nyinggung bahasan kantor atau kerjaan kalau masih berada di lingkungan itu. Bayangin aja udah capek dan stress urusan kantor, pas di rumah mau istirahat yang dibahas itu-itu lagi. Namun kalau kita berada di lingkungan lain pasti akan menambah wawasan, nambah pengalaman, dan yang pastinya nambah kenalan. Startup seperti www.serumah.com ngebantu bagi kita yang masih ngeraba-raba area maupun lingkungan.

Source: http://www.iliketoquote.com/img/850.jpg

Makanya selagi masih muda, merantaulah dan menjadi kerdil! temukan ilmu, pengalaman dan pelajaran baru, minimal untuk membuat hidup kita kedepannya lebih baik lagi. Merasakan kangen rumah dan orang-orang terdekat pasti ada, apalagi saat lagi butuh support atau merasa kesepian. Tapi percayalah Allah tidak akan memberikan cobaan kepada Hamba-Nya diluar batas kemampuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.