Your search results

Kos-Kosan Masa Gini? by Latifah Desti

Posted by teamserumah on 2016-09-21
| 0

Kamu bisa baca langsung artikel dari Mbak Latifah Desti ini di: http://www.lustikasari.com

Jangan lupa blogwalking kesana yah ūüôā

 

Ketika bekerja paruh waktu sebagai petugas Sensus Ekonomi 2016, kebetulan saya mendapatkan daerah Gedung Meneng. Tepatnya gang Kopi dan gang lada, daerah yang notabenenya padat akan kos-kosan dari ujung hingga pangkal. Sebab memang letaknya persis di depan Universitas Lampung juga beberapa perguruan tinggi lain di sepanjang jalan ZA Pagar Alam.

Segala¬†jenis kos-kosan ada. Mulai dari kos-kosan yang menyatu dengan rumah pemiliknya¬†sampai yang berupa bedeng (kamar bersekat-sekat). Mulai kos-kosan ala kadarnya¬†sampai koskosan borju yang lengkap fasilitasnya. Mulai dari kos-kosan gedung¬†lawas hingga gedung baru. Kos kosan putri, putra atau bencong campur pun¬†ada. Bahkan kos-kosan mesum dan esek-esek pun ada. Tinggal aja nunggu digrebek¬†pak RT dan warga sekitar ūüėÄ ¬†

 
Dari kegiatan pencacahan yang saya lakukan selama kurang lebih satu bulan itu, saya melihat sebuah fakta yang teramat miris dan pedih. Sebab melihatnya bersamaan dengan mantan yang lewat dengan gebetan barunya yang ternyata lebih cantik dari saya. Baiklah, berikut sebagain kecil fakta yang saya rangkum berdasarkan keadaan di lapangan, juga berdasarkan curahan hati pelaku usaha (para ibu kos):
 
1.       Belakangan, kos-kosan yang paling populer adalah kos-kosan ala borjuis, dengan fasilitas kamar mandi shower, AC, TV, Spingbed, Lemari, Meja belajar, dinding full wallpaper by request, satpam dan lain sebagainya. Dengan pemilik kos-kosan adalah para pengusaha dari daerah luar Lampung (misal:Jakarta dan Bandung). Sebagai pengusaha, tentu mereka memiliki cukup modal untuk membangun kos-kosan wah. Ada rupa, pasti ada harga. Tentu kos-kosan model ini dibandrol harga yang tak kalah fantasits dengan fasilitas penunjangnya.
 
2.       Berkebalikan dari fakta di atas, adalah pemilik kos-kosan yang biasa saja. Seadanya, cenderung natural. Mereka adalah penduduk sekitar yang dengan modal minim dan tanah kafling warisan orang tua, turut meramaikan ranah perkos-kosan untuk penghasilan tambahan. Tak jarang juga para orang tua yang anak-anaknya sudah berumah tangga. Dengan pertimbangan daripada kamar rumahnya kosong, lebih baik dikontrakan saja. Tentu kos-kosan seperti ini lebih tidak populer karena minimnya fasilitas yang ditawarkan empunya. Padahal jika ditelisik, harganya lebih terjangkau kalangan menengah kebawah lho. Karena tertutup wahnya kos-kosan borju,
mereka jadi tersisihkan. Bak bumi dan langit yang maksa disandingkan.
Lalu pertanyaannya,
 
Apakah semua (calon) anak kos membutuhkan kos-kosan dengan fasilitas superlengkap, yang berharga tidak murah itu?
 
Bagaimana dengan anak daerah yang berasal dari golongan mengah ke bawah? Haruskah orang tua mereka merogoh kocek sedalam-dalamnya hanya demi hunian sementara. Selama anaknya menempuh pendidikan. Mengutip dari nasihat Ayah, bahwa “Sebagai anak kos yang bijak haruslah belajar hidup prihatin, belajar menghemat sekecil apapun uang bulanan dari orang tua, dan ingatlah orang tua susah-payah banting-tulang mengais rejeki di rumah. Bukankan rata-rata orang sukses pernah
mengalami masa-masa susah?‚ÄĚ
Atmosfer pun mendadak sendu.
Saya rasa serumah.com lah solusi yang tepat untuk mereka. Serumah.com adalah sebuah platform yang bisa memfasilitasi kita untuk mencari roommate dan kamar sewa. Seperti halnya pada facebook, Kaskus atau OLX yang terdapat informasi seputar pencarian tempat tinggal sewa, namun ketiganya belum terkhusus untuk pencarian seputar sewa-menyewa.
 
Halaman
utama website serumah.com
 
Hari gini siapa sih yang masih merem teknologi? Bahkan pekerja kasar seperti kuli bangunan yang merenovasi kos-kosan tempat saya tinggal, di sela-sela istirahat siang saya perhatikan mereka menyempatkan diri untuk war game COC. Supersekali! Apalagi kita yang notabenenya mahasiswa dan pelajar, lho. Serumah.com juga termasuk situs yang sangat mudah diakses, baik melalui PC ataupun ponsel. Baik dari kuota beli, wifi gratisan atau thetering dari ponsel teman.
 
Pasti lebih asik jika sebelum menjadi anak rantau yang sesungguhnya, kita bisa melihat-lihat dulu tempat yang akan disewa.  Bisa membandingkan dahulu via online. Kan jadi bisa mengira-ngira budget yang harus dikeluarkan sebelum meninjau langsungke tempat tujuan. Jadi memiliki gambaran tempat yang akan ditinggali di tanah rantau.
 
Lalu bagaimana cara penyedia dan pencari kamar sewa (kos-kosan atau kontrakan) berjumpa di serumah.com ini, Fah?
 
Gampang! Pada halaman utama website serumah.com, kita akan langsung dipertemukan pada tiga menu utama yang simple dan tidak menggalaukan. Selayaknya friendzone kita, yang dari dulu gini-gini aja. Huh!
 
Pertama, Pemilik Properti
 
Menu ini tentunya untuk para ibu kos, bapak kontrakan atau pemilik rumah yang akan berniat menyewakan. Sebagai pelaku usaha perkos-kosan yang kece, mereka dapat mengiklankan kamar sewa secara gratis di website serumah.com. Iya gaes,
gretongan tanpa pungutan jatah preman ataupun pajak mantan. Asik to?
 
Lebih mudah
bikin akun serumah.com ketimbang move on
kok!
 
Cuma moda wifi gatis atau kuota internet promo, kita tinggal mendaftarkan diri dengan cara membuat akun pada website serumah.com. Buatnya juga gampang, bahkan lebih susah mengiklashkan mantan yang udah punya pacar baru kok. Tingggal Isi data selengkap-lengkapnya, agar calon penyewa percaya kalau kos-kosanmu trusted, kamera ponsel untuk memfoto penampakan kamar kos-kosan, sebelum nantinya diunggah dan duduk ongkang-ongkang. Anak-anak mahasiswa baru tuna kos-kosan pun akan mengampiri. Cakep!
 
Kedua, Pencari Properti
 
Jodohnya si pemilik tempat sewa, tentunya pencari tempat sewa. Kalau jodohnya anak Ibumu, ya aku. Cia…cia…cia! Sebagai mahasiswa, calon mahasiswa, siswa, karyawan, pekerja, perantau, jomblo, apapunlah yang intinya mau cari tempat tinggal sewa yang sesuai dengan budget dan lokasi di serumah.com juga bisa. Bisa bangettt!
 
Yo, dipih…
dipilih… dipilih!
 
Langsung lihat lihat saja penampakan properti sewa yang diinginkan. Apakah sreg dengan hati? Apakah sesuai keinginan? Apakah sesuai dengan kriteria lokasi? Apakah anak ibukosnya cantik dan bisa digebet? Piye, saru kan! Eh, seru kan!
 
Tiga, Pencari Roommate
 
Ini nih yang bikin serumah.com spesial. Kita tidak hanya dipertemukan oleh penyedia dan pencari tempat sewa saja. Kita juga bisa dipertemukan pada jodoh. Iya, jodoh untuk tinggal bersama maksudnya mblo. Tentu ini khusus calon penyewa yang ingin berbagi biaya tempat tinggal dengan orang lain, ya. Kan enak tuh bisa sharing budget dengan sesama perantau. Bisa lebih hemat. Hitung-hitung biar gak kerasa jones bangetlah, ada teman nyeduh indomie di akhir bulan, ada teman nggalau pas malem minggu. Gimana, syahdu to? Daripada merantau sendiri, tinggal juga sendiri, ketemu malakiat Rakib-Atid juga sendiri kan syedihhh.
Istilah housemate, roommate, kostmate, flatmate, Jammet atau lipstick matte ini mulai populer di daerah kota seperti Jakarta lho. Dengan cara ini, mahalnya biaya sewa tempat tinggal di daerah kota-kota besar tentu bisa ditekan. Lumayan kan sisanya bisa ditabung untuk biaya pesta pernikahan dan biaya hidup masa depan, cie…cie!
 
Kllik, dan kita
jodoh deh ūüôā
 
Kita tinggal pilah-pilih saja orang yang sesuai kriteria teman setempat tinggal pada menu mencari teman sekamar.
Kalau memang sudah klik, tinggal hubungi saja deh. Terdapat juga opsi orang yang mencari penyewa. Klik dan lihat profil pemilik properti yang mengiklankan properti mereka deh. Beneran gak sih tipe ibu kos-kosan yang punya anak gadis cantik? Muehehe.
 
Oh ya satu lagi, serumah.com juga tidak tersentral pada kelompok dan golongan tertentu. Istilahnya, keadilan sosoial bagi seluruh rakyat Indonesia gitu. Bebas untuk semua penyewa dan penyedia sewa tempat tinggal yang mau. Serumah.com sangat memfasilitasi, terutama kalangan mahasiswa dan profesional muda yang baru memulai debutnya mengais rejeki halal, tentu ini sangat bermanfaat untuk memilih harga sewa tempat tinggal nyaman, terjangkau dan yang sesuai.
 
Sayangnya, serumah.com masih belum populer di daerah tempat ngekos saya, di Lampung. Jadi jika kalian mahasiswa Universitas Lampung, sabar dulu ya cari jodohnya roommatenya. Atau kalian malah yang punya kos-kosan, iklanin aja di serumah.com mumpung masih gratis nih. Atau malah kalian berniat merantau ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya, gampang croschek dulu aja di website serumah.com. Semoga anak ibu kos bisa digebet yah!
 
Sekian dari saya, bye-bye

Leave a Reply

Your email address will not be published.