Your search results

Mencoba Serumah.com by Rully Tri Cahyono

Posted by teamserumah on 2016-08-08
| 0

Artikel asli dapat kamu baca di: https://rullytricahyono.wordpress.com/
Jangan lupa blogwalking kesana karena banyak informasi yang berguna untuk dibaca 🙂

Kalau ada yang bertanya, apa itu serumah.com, maka saya akan balik bertanya, sudahkah pernah mencoba Airbnb? Sebagai seorang mahasiswa yang gemar jalan-jalan, mencari penginapan adalah hal yang penting. Karena saya sudah punya seorang isteri dan anak yang masih berumur setahun, penginapan yang berkualitas namun dengan harga terjangkau bahkan lebih penting dibandingkan dengan tiket pesawat yang sedang promo. Dalam hal ini, apartemen penting buat kami, karena ada dapur, kalau ingin memasak makanan buat Kinan tidak terlalu repot.

Selama ini menggunakan Airbnb untuk keliling Eropa, kami belum pernah kecewa. Jadi, saya menaruh harapan yang besar saat menemukan Serumah. Saat membuka situsnya, muncul tiga pilihan. Saya memilih yang kedua, “Cari Kamar Sewa”. Dugaan saya benar, amat mirip dengan Airbnb. Disini kita bisa memilih kota serta jangkauan harga sewa per bulan yang diingkan, dan dalam sekejap akan ditampilkan kamar-kamar yang sudah diiklankan. Jika ingin melihat posisi properti peta, situs pun sudah menyediakannya, sehingga kita dapat memilihnya dengan mudah.

Namun sayangnya, filter untuk menyaring jenis properti tidak tersedia, sehingga saya harus mengecek satu per satu di setiap properti. Di Airbnb, filter bisa dilakukan di tahap awal pencarian. Misal kita ingin mencari di daerah mana, fasilitas apa saja yang kita inginkan, maupun jenis propertinya. Sehingga yang ditampilkan hanyalah yang sesuai dengan keinginan kita.

Ada baiknya jika penambahan menu ini dipertimbangkan oleh pengelola Serumah. Membuat menu semacam ini mestinya tidaklah sulit. Di setiap properti sudah tersedia berbagai check list fasilitas properti. Bahkan informasi tambahan seperti apakah penyewa boleh merokok atau membawa binatang piaraan pun telah ada. Jadi logikanya, keterangan-keterangan dari semua properti yang terdaftar tinggal direkapitulasi, untuk kemudian ditampilkan sebagai menu di tahap awal awal pencarian. Menu filter tersebut bakal sangat bermanfaat, karena dapat membuat pencarian menjadi lebih efisien.

Cari teman

Selain pencarian kamar, Serumah juga menawarkan fitur pencarian teman sekamar. Sepertinya opsi ini adalah produk unggulan, karena ditempatkan dalam urutan pertama. Untuk menjalankan fitur ini sangat mudah. Selain tentu mengisi daerah yang diinginkan, kita diminta untuk memilih, apakah “orang yang mencari kamar”, atau “orang yang mencari penyewa”. Setelahnya, akan ditampilkan profil orang-orang yang sedang mencari teman sekamar, lengkap dengan berbagai informasi seperti pagu maksimal biaya sewa bulanan, mau tidaknya berbagi (share) kamar, dan berbagai keterangan lainnya seperti preferensi terhadap merokok, dsb.

Fitur ini cukup unik, karena dapat memfasilitasi pemilik properti untuk mencari calon penyewa kamar/rumahnya. Meskipun dalam pendapat saya, opsi ini sebetulnya juga tidak terlalu signifikan, karena jika pemilik yakin akan kualitas propertinya, orang-orang yang membutuhkan kamar bakal menghubungi dia dengan sendirinya.

Selain itu, saya pribadi tidak tertarik untuk menggunakan fitur ini, dikarenakan informasi yang sifatnya privat seperti nomor telepon ditampilkan di ruang publik. Serumah dapat mencontoh Airbnb, dimana nomor telepon owner apartemen hanya dapat diakses saat penyewa dan pemilik sudah sepakat dengan tanggal sewa. Bahkan walaupun sudah menjadi member dan log in, nomor telepon tidak bisa diperoleh saat belum terjadi deal. Persoalan ini mungkin sepele. Namun selama hampir empat tahun saya tinggal di Eropa, privasi itu memang penting. Bisa saja nomor telepon yang sudah beredar di ruang publik dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak baik tujuannya. Kalau benar hal itu terjadi, siapakah yang bakal bertanggung jawab?

Jika nomor telepon tidak ditampilkan, lantas bagaimana komunikasi bisa terjadi jika belum deal? Dalam hal ini Airbnb telah menyediakan fitur pesan (inbox) yang telah tersambung otomatis. Sehingga tanpa perlu melihat nomor telponnya, kita bisa menanyakan segala macam halnya dengan jelas. Yang lebih memudahkan lagi, biasanya pemilihan apartemen di Airbnb didasarkan atas ulasan (review). Jika ulasan di sebuah properti banyak yang positif, bisa dibilang calon penyewa telah cocok, komunikasi dengan pemilik hanya untuk memastikan hal-hal tambahan. Menu ulasan belum ada di Serumah, namun masih dipahami, karena layanan ini masih baru.

Keberlanjutan

Dengan berbagai keunggulan dan kelemahannya tersebut, menurut saya Serumah tetap patut diapresiasi, karena telah memberikan warna lain dalam dunia pencarian properti di tanah air. Apalagi dengan mobilitas masyarakat yang makin tinggi, kebutuhan properti bakal makin tinggi, sementara informasi yang disediakan biasanya kurang memadai. Tahun lalu pun saya harus satu bulan di Jakarta untuk mengerjakan penelitian. Kelimpungan saya mencari, lewat Airbnb pun tidak ada yang cocok, karena harganya over-priced. Akhirnya harus koprol sana sini menghubungi lewat telepon, WA, dll. Jika saat itu sudah kenal dengan Serumah, sepertinya bisa lebih mudah.

Selain itu, nilai plus yang lain adalah bertransaksi di Serumah sampai saat ini masih gratis. Mau pasang iklan, cari kamar, ataupun cari teman sekamar masih tidak dipungut biaya. Sekaligus ini menjadi pertanyaan saya, sampai kapankah bakal gratis? Karena sebuah bisnis pasti membutuhkan biaya operasi. Memasang domain website saja harus bayar. Kecuali jika memang Serumah adalah sebuah layanan sosial.

Apakah nanti rencana Serumah jika misalnya sudah tidak gratis? Apakah bakal mengenakan charge kepada pemilik properti seperti yang dilakukan Airbnb? Atau akankah memasang iklan? Rencana-rencana ini sepertinya harus disampaikan di dalam situs Serumah.com, supaya pengguna mendapatkan kejelasan. Selain itu, menambahkan Terms & Conditions juga diperlukan; contoh sederhana, jika terjadi penyalahgunaan properti, maka kepada siapakah tuntutan dapat dilayangkan, penyewa atau Serumah? Tidak ketinggalan, daftar pertanyaan (FAQs) menurut saya mutlak diperlukan.

Groningen, Agustus 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.