Your search results

Kost-kostan, Asrama hingga Flatsharing: Mencari Tempat Tinggal untuk Freshman

Posted by codemin on 2016-06-17
| 0

Masa Perkuliahan

Masa perkuliahan bagi banyak anak muda menjadi salah satu ajang pembuktian bahwa mereka sanggup untuk hidup mandiri terutama dalam mengarahkan tujuan hidup. Tidak sedikit anak muda yang harus berjuang merantau di kota orang jauh dari orang tua. Tahun pertama adalah masa-masa penyesuaian yang sangat rentan.

Kita harus memilih tempat tinggal yang sesuai dengan budget dan preferensi kita. Kita juga harus sibuk mengerjakan tugas dan juga tetap bersosialisasi dengan teman. Kita juga disibukkan dengan aktivitas organisasi kampus yang jumlahnya lebih banyak kadang dari jumlah tugas. Baik mahasiswa laki-laki maupun perempuan mereka memiliki preferensi yang berbeda dalam menentukan sebuah makna “rumah”.

Ada yang ingin memiliki halaman yang luas agar mendapatkan parkiran bagi kendaraannya, ada yang ingin memiliki televisi besar di ruang tamunya agar leluasa saat menonton bola dan ada juga yang ingin memiliki fasilitas wifi super kencang agar setiap minggu bisa mengunduh drama korea favoritnya.

Bagi kamu freshman yang baru/akan segera masuk kuliah dan sedang merantau jauh dari rumah, ada beberapa jenis tempat tinggal yang biasa ditempati mahasiswa, yaitu:

1. Kost-Kostan

Ini adalah jawaban pertama yang muncul di benak kalian kan? Ya. Apalagi memang bisnis kost-kostan mahasiswa lebih dulu ada jauh sebelum konsep apartemen. Maklum ini Indonesia bukan Perancis yang mayoritas rumah penduduk cenderung vertikal.

Harga kost-kostan menjadi pertimbangan utama bagi kamu. Ya kan? Kamu mau kostan bulanan? Ada. Kostan tahunan juga ada. Kisarannya beragam mulai dari Rp 300k sebulan hingga Rp 3.000k sebulan semua tersedia. Yang tahunan juga mulai dari Rp 3000k hingga Rp 20.000k juga ada.

Kemudian fasilitas apa yang kamu dapat dengan harga tersebut. Fasilitas apa aja sih yang harus jadi perhatian utama kamu? Beberapa diantaranya adalah keamanan, sirkulasi udara dan furnitur kamar. Keamanan kenapa penting? Kalau lingkungan kostan kamu gak aman alias rawan pencuri, kebayang ga sih kalo kamu lagi ngerjain skripsi trus laptopnya dicuri pencuri? Mit amit, jangan sampe kejadian kan! Sirkulasi udara kenapa penting? Sangat.

Tidak semua mahasiswa peduli isu ini. Padahal jika kost-kostan mereka tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, kamar mereka akan pengap dan akan muncul jamur jamur di kamar. Kamu gak mau kan baju kuliah kamu bau dan ada jamurnya? Nanti apa kata gebetan coba? Terakhir, yang harus jadi perhatian kamu adalah furnitur kamar. Kamu cek tuh kasurnya, banyak kutu apa engga, saluran kamar mandinya mampet apa engga dan adakah meja belajar dan lemari supaya kamu selalu fokus belajar demi menggapai masa depan yang gemilang. Sebenernya fasilitas itu balik lagi ke kamu, kamu maunya yang seperti apa. Tapi beberapa poin diatas amat sangat baik untuk kamu perhatikan untuk jadi baahan pertimbangan.

Selanjutnya kamu juga akan memperkirakan jarak antara kost-kostan kamu dengan kampus tercinta. Kamu yang tidak membawa kendaraan bermotor sebaiknya mencari kostan disekitar kampus aja. Manfaatnya banyak sekali, selain kamu hemat ongkos, kamu tidak akan jauh dari peradaban manusia alias kestabilan makanan kamu terjamin karena biasanya disekitar kampus banyak penjual makanan hingga jajanan dan juga kamu akan hemat uang ongkos.

2. Asrama

Beberapa universitas di Indonesia menyediakan fasilitas asrama. Namun jumlahnya sangat terbatas sehingga kita harus berjibaku mengalahkan kandidat lainnya agar bisa menepati fasilitas asrama dari kampus. Soal harga jangan ditanya. Biasanya asrama yang disediakan oleh universitas itu bersahabat dengan kantong mahasiswa alias terjangkau. Dan di asrama juga biasanya ada fasilitas kantin bahkan convenience store 24 jam. Jarak dari kampus? Jangan tanya, tinggal bersin biasanya udah sampe ruang kelas.

Atau biasanya ada fasilitas bus kampus dan melewati depan asrama kampus. Tetapi, biasanya asrama kampus hanay menyediakan fasilitas kamar mandi bersama. Masalah suka ada disini nih, pemakaian sumber daya bersama cenderung saling mengoper tanggung jawab dalam menjaga kebersihan kamar mandi dan toilet. Andaikan saja ada asrama yang kayak di drama drama Korea ya?

3. Kontrak Rumah, Sewa Apartemen, Flatsharing

Pernah nonton film Coklat Stroberi (2007)? Itu tuh film yang dimaenin sama Nino Fernandez dan Nadia Saphira. Disitu mereka statusnya mahasiswa, dua cewek dan dua cowok. Demi mengurangi biaya pengeluaran tempat tinggal mereka sepakat untuk mengontrak sebuah rumah.

Kamu survey lokasi sekitaran kampus apakah ada rumah yang dikontrakkan atau pasang telinga dan mata siapa tau ada yang menyewakan apartemen mereka. Tentu saja bagi mahasiswa syarat utama dari mengontrak rumah/sewa apartemen ini adalah full/half furnished. Kamu gak mau kan nyewa rumah tapi tidur beralaskan lengan? Biasanya sih yaa pemilik rumah/apartemen sudah menyediakan fasilitas standar seperti tempat tidur, lemari dan kompor. Fasilitas tambahannya kamu khayalin sendiri gimana enaknya.

Tapi tantangan utama dari mengontrak rumah/sewa apartemen ini adalah mencari teman yang mau dan juga tepat. Teman yang mau udah jelas kan? Iya, teman yang mau tinggal bareng kamu. Teman yang tepat? Nah, setiap orang punya definisi masing-masing mengenai teman yang tepat seperti apa. Saat ini jaman udah canggih banget sob. Ada gadget di tangan kamu yang bisa dikit-dikit kamu google. Kamu bisa tuh posting di social media atau sign in website seperti serumah.com untuk mencari teman yang mau diajakin ngontrak bareng/sewa apartemen bareng. Cocok gak cocok kamu sendiri deh yang nentuin.

————————————–

Closing

Dari ketiga jenis tempat tinggal ala mahasiswa diatas, adakah yang menarik untuk kalian? Atau kamu punya jawaban lainnya? Mungkin diluar sana masih banyak opsi-opsi tempat tinggal lainnya. Kamu bisa share tulisan ini dan tulis tambahan opsi tersebut. Selamat datang di kehidupan kampus yang menyenangkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published.